SEMINAR PENDIDIKAN TINGKAT PROVINSI JAMBI 2010

Seminar Pendidikan Tingkat Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh LSM WASKAD (Wahana Studi dan Kajian Daerah) Kab. Bungo Provinsi Jambi bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi, yang dilaksanakan pada hari Selasa, 13 April 2010, di Ballroom Hotel Bungo Plaza (Wiltop) Ma. Bungo, dengan thema:

Sertifikasi dan Metode Efektif dalam Pembelajaran

Menghadirkan pembicara-pembicara ahli di bidangnya, yakni:

Seminar Session I: Drs. Affan Malik, ME (Dekan FKIP Universitas Jambi dan Ketua Tim Assesor Sertifikasi Guru Provinsi Jambi), “Problem Solving dalam Sertifikasi Guru di Provinsi Jambi

Seminar Session II: Prof. Dr. Syarkawi, M.Pd (Guru Besar FKIP Universitas Jambi), “Contextual Learning Method (Metode Pembelajaran Kontekstual)”

Seminar Session III: H. Usman Hasan, SH., M.Si (Ketua Yayasan Pendidikan Bungo, Universitas Muara Bungo), “Rencana Strategi Pengembangan Pendidikan di Kabupaten Bungo

Kontribusi Peserta: Rp. 100.000,-

Fasilitas: Block Note, Pena, Makalah, Snack, Makan Siang, dan Sertifikat.

Tempat Pendaftaran:

  1. Harian Pagi BUNGO POS
  2. SMP Negeri 7 Ma. Bungo, a.n. Kurnyawati, S.Pd (0813 667 11 805)
  3. Ikhwan Cell (depan RM. Cimpago, Pasar Bawah Ma. Bungo) (0852 660 11 939 dan 0852 666 69 101)
  4. Universitas Muara Bungo: FISIPOL: Mulia Jaya, M.Si (0852 661 29 807), dan FAPERTA: Ardiansyah, SP (0813 660 11 671)
  5. atau hubungi langsung Panitia Pelaksana

Pamflet dapat di download di sini

SEMINAR PENDIDIKAN TINGKAT PROVINSI JAMBI

“Sekolah Gratis”, adalah program yang sudah lama di idam-idamkan oleh masyarakat Indonesia. Akhirnya program inipun digulirkan oleh pemerintah pusat. Tentunya segenap mayarakat Indonesia berharap program ini akan berkelanjutan dan tidak hanya sekedar memanfaatkan momen politis menjelang PILPRES.

Mendiknas di berbagai acara peluncuran program sekolah gratis di beberapa propinsi, menyampaikan bahwa pengertian “gratis” disini bukan lah kemudian diartikan bahwa setiap siswa yang bersekolah “benar-benar tanpa biaya sama sekali”, pemerintah hanya menanggung biaya yang berhubungan langsung dengan biaya operasional sekolah, seperti bebas SPP, buku-buku teks pelajaran, ujian, praktikum dan kegiatan operasional lainnya. Sedangkan seragam sekolah, ongkos, studi tour, dll, masih harus ditanggulangi oleh siswa sendiri. Mendiknas juga menegaskan bahwa, setelah diluncurkannya program BOS dan sekolah gratis sampai SMP dilarang keras adanya “pungutan” yang dilakukan sekolah, sedangkan yang sifatnya sumbangan dari masyarakat diperbolehkan untuk dihimpun.

Disamping itu, dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah, Mendiknas juga mengharapkan adanya “polical will” dari Pemerintah Daerah (PEMDA) untuk turut mendukung dan mensukseskan program Sekolah Gratis ini. Dalam artian, PEMDA tidak hanya semata-mata mengharapan kucuran dana dari pemerintah pusat, akan tetapi PEMDA juga harus bisa menanggulangi kekurangan-kekurangan dana dalam program ini.

Tentulah masyarakat berharap, penerapan program Sekolah Gratis ini dapat direalisasikan dengan benar dan tanpa mengurangi mutu pendidikan disekolah. Disamping itu, program BOS sebagai penunjang sekolah gratis harus juga dievaluasi kembali operasionaliasinya. Hal ini bertujuan untuk meng-eliminir kebocoran-kebocoran dan ketidak-transparanan sebagaimana yang sudah terjadi selama ini.

Program Sekolah Gratis juga diharapkan tidak akan mengurangi mutu pendidikan di sekolah. Tentunya ini berkaitan dengan mutu buku-buku teks yang akan diberikan kepada siswa, profesionlitas guru, sistem dan metodologi pembelajaran dan pola ilmiah pokok dari setiap sekolah.

Akankah program sekolah gratis ini dapat diterapkan dengan baik dengan tanpa mengurangi bahkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah? Lalu, bagaimana teknis serta pola penerapannya di daerah dengan adanya tuntutan pemerintah pusat yang membebankan kekurangan anggaran dalam pelaksanaan sekolah gratis (wajib belajar 9 tahun) ini? serta upaya strategis apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah? Semua pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan dapat terjawab dengan penyelenggaraan Seminar Sehari oleh LSM Wahana Studi dan Kajian Daerah (WASKAD) yang mengangkat thema “Relevansi Sekolah Gratis Terhadap Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan”.

SEMINAR PENDIDIKAN TINGKAT PROVINSI JAMBI LSM WASKAD KAB. BUNGO PROV. JAMBI

Di Gedung Dharma Wanita Muara Bungo, 15 Juni 2009, Pukul 08.00 WIB s/d selesai

TEMA: ”Relevansi Program Sekolah Gratis Terhadap Mutu Pendidikan”

Seminar Session I (Keynote Speaker) : H. Kemas Arsyad Somad, SH., MH. (Rektor Universitas Jambi), ”Relevansi Program Sekolah Gratis Terhadap Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Daerah”.

Seminar Session II (Keynote Speaker) : Drs. Affan Malik, ME. (Dekan FKIP Universitas Jambi), “Upaya Peningkatan Mutu Sekolah dan Relevansinya Terhadap Pola Pendidikan Berbasis Kerakyatan”.

Seminar Session III (Panel), Pemakalah : S. Budihartono, SH. (Kadis Diknas Kab. Bungo), “Rencana dan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Bungo”.

Pembanding: Drs. H. A. Somad (Ketua Dewan Pendidikan Prov. Jambi), ”Analisis Komparatif Peningkatan Mutu Pendidikan Prov. Jambi”.

Kontribusi Peserta : Rp. 100.000,-

Fasilitas: Block Note, Pena, Makalah, Snack, Makan Siang, Sertifikat, dan Doorprize (hadiah menarik)

Tempat Pendaftaran:

  1. Kantor Harian RADAR BUTE dan BUNGO POS
  2. SMP N 7 Ma. Bungo, a.n. Kurnyawati, S.Pd (081366711805)
  3. SMA Muhammadiyah Ma. Bungo, a.n. Dany Saputra, SE (081367972808)
  4. Ikhwan Cellular (depan RM. Cimpago) Pasar Bawah Ma. Bungo.
  5. Via Email: waskad@yahoo.com
  6. Atau hubungi langsung Panitia Pelaksana …………
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.